GIS · Interior Contractor
GIS · Interior Contractor

Tips & Trick

Renovasi Kantor Lama atau Pindah ke Kantor Baru?

June 19, 2017

 

Renovasi Kantor Lama atau Pindah ke Kantor Baru?

Dilema memutuskan untuk merenovasi kantor lama atau pindah ke lokasi kantor yang baru? Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menjawab pertanyaan ini. Pasalnya baik dalam merenovasi kantor atau pindah ke kantor baru, keduanya perlu memperhitungkan alokasi budget, waktu pengerjaan proyek, dan mobilitas karyawan. Berikut beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pilihan Anda.

1. Jumlah Headcount

Salah satu aspek yang menjadi dasar utama untuk menentukan pilihan adalah jumlah karyawan yang berada di kantor pada saat ini dan rencana penambahan karyawan di masa depan. Jika kantor lama masih dianggap cukup memadai untuk menampung headcount di kantor lama dan masih memiliki spare area untuk penambahan karyawan, maka renovasi kantor adalah solusinya. Namun, jika perusahaan mengalami perkembangan yang signifikan baik dalam bisnis dan penambahan jumlah headcount yang banyak, maka pilihan untuk pindah ke kantor baru dengan area kantor yang lebih besar merupakan solusi terbaik yang harus dilaksanakan.

 

2. Luas Area Kantor

Luas area kantor harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Idealnya memiliki beberapa area seperti reception area, meeting room, director room, manager room, staff area, pantry, storage, server room, dan prayer room. Jika kantor lama dianggap cukup menampung kebutuhan esensial perusahaan, maka renovasi dengan perencanaan layout open plan office untuk mengurangi partisi, divider, dan pembaharuan office interior design adalah solusi  yang bisa diterapkan. Namun, jika perusahaan memerlukan ruang tambahan seperti board meeting room, town hall, training room, dan staff area yang lebih luas, maka pilihan untuk pindah ke area kantor yang lebih luas adalah solusi terbaik.

 

3. Kondisi Gedung

Ada beberapa gedung yang memiliki konstruksi gedung yang bagus namun maintenance yang kurang baik, sehingga mengakibatkan fasilitas umum seperti lobby, toilet, ceiling, dan dapur umum menjadi rusak dan kotor. Hal ini tentu bisa menjadi faktor utama bagi tenant untuk pindah ke gedung yang lebih baik dan tidak perlu melakukan renovasi kantor lama.

 

4. Harga Sewa Kantor

Setiap gedung tentu meiliki rate yang bervariasi dan perlu disesuaikan dengan budget dan preference perusahaan. Jika harga sewa kantor di gedung lama dianggap terlalu tinggi dengan fasilitas umum kurang eksklusif, maka opsi untuk pindah gedung bisa dipertimbangkan. Namun jika kondisi gedung di kantor lama memiliki harga sewa yang reasonable, lokasi strategis,  fasilitas umum yang memadai, maka pilihan untuk merenovasi kantor bisa dilakukan.

 

5. Waktu Pengerjaan

Pada umumnya renovasi kantor memiliki tantangan tersendiri, karena harus mengikuti peraturan building management yang hanya mengizinkan kegiatan fitting out dilakukan after office hours atau pada saat weekend saja. Pengerjaan renovasi juga tidak bisa dilakukan sekaligus, karena harus ada pembagian area kerja untuk renovasi kantor dan pemindahan sementara area kerja karyawan, sehingga akan memengaruhi mobilitas karyawan di dalam kantor lama.

 

Kedua faktor ini mengakibatkan timeline renovasi kantor akan menjadi lebih lama dibandingkan dengan fit out di area baru yang masih dalam kondisi bare. Bagi perusahaan yang memiliki working phase yang tinggi, solusi untuk pindah ke area office baru bisa dijadikan alternative, dengan tetap memperhatikan tenggang waktu yang diberikan oleh pihak gedung dalam proses free 1 month for fit out dan aktivitas di kantor lama bisa tetap berjalan normal.

 

Bagaimana sudah tidak galau lagi, kan? Kelima aspek di atas bisa menjadi acuan bagi anda dalam memilih untuk merenovasi kantor yang lama atau pindah ke area yang baru. (Dedy Napitupulu)

See Also: