GIS · Interior Contractor
GIS · Interior Contractor

Tips & Trick

Jasa Design Interior Kantor Jakarta I Terpercaya I Berpengalaman

September 13, 2017

Sejarah dari Design Interior

Desain interior adalah seni dan sains untuk meningkatkan interior ruang atau bangunan untuk mencapai lingkungan yang lebih sehat dan lebih estetis bagi pengguna. Desain interior merupakan sebuah profesi multifaset yang mencakup pengembangan konseptual, perencanaan ruang, inspeksi lokasi, pemrograman, penelitian, komunikasi dengan pemangku kepentingan sebuah proyek, manajemen konstruksi, dan pelaksanaan perancangan.

 

Pada dasarnya, profesi desain interior ini telah ada lebih dari 100 tahun. Berawal dari sekedar seni dekorasi, merancang bentuk dan fungsi, hingga berkembang dengan pesat menjadi sebuah dunia desain interior yang sangat spesial sekarang ini.

 

Pada awal tahun 1900-an, istilah “Interior Decorator” pertama kali digunakan di Amerika. Kebanyakan dekorator pada saat itu tidak memiliki kredensial akademis, namun yang terbaik dari mereka memiliki kombinasi antara rasa yang baik, akal sehat, dan bakat alami untuk menafsirkan dan mengatasi masalah, seperti skala dan proporsi. Elsie de Wolfe menjadi dekorator interior pertama yang diberi desain “komisi.”

 

Pada tahun 1913, Elsie de Wolfe menerbitkan buku desain interior pertama yang berjudul “The House in Good Taste.” Sedangkan, Dorothy Draper adalah dekorator interior komersial pertama yang terdokumentasi dan berhasil mendirikan perusahaan desainnya sendiri pada tahun 1923.

 

Istilah “Interior Designer” diciptakan pada tahun 1930-an, oleh sebuah majalah berjudul ” Interior Design and Decoration”. Majalah ini merupakan majalah yang tidak dicetak antara tahun 1943 dan 1952, namun sebuah majalah yang bersaing, “Interiors,” bersikeras untuk menggunakan istilah “interior desainer”, “bukan” dekorator”. “Interiors” menerbitkan lebih banyak pekerjaan kontrak daripada pekerjaan residensial. Ketika majalah “Desain Interior dan Dekorasi” melanjutkan publikasi, majalah tersebut menjatuhkan istilah “and Decoration” dari namanya.

 

Organisasi profesional terbesar di lapangan saat itu, AID didirikan pada tahun 1931 ketika sebuah pertemuan kelompok berkumpul di sebuah acara mebel bertekad untuk menciptakan sebuah organisasi profesional nasional. AID berganti nama dari American Institute of Decorators hingga American Institute of Interior Designers (AID) pada tahun 1936. Selama bertahun-tahun, seiring dengan bertambahnya desain interior, begitu juga jumlah organisasi dan asosiasi untuk mewakili anggota profesional yang beragam.

 

Pada tahun 1970-an, kedua The Foundation for Interior Design Educational Research (FIDER) dan National Council for Interior Design Qualification (NCIDQ) dibentuk untuk menetapkan, memelihara, dan mengatur standar untuk pendidikan dan pemeriksaan profesional desain interior. Baru pada tahun 1982, undang-undang Amerika Serikat yang mendukung profesi desain interior yang cepat berkembang. Perundang-undangan itu disahkan di Alabama.

 

Sejarah jasa design interior pun terus berkembang dengan cepat di dunia yang sekaligus menjadi semakin global dan pada saat bersamaan menuntut fokus khusus bidang pengetahuan kritis yang khas. Spesialisasi desain interior sekarang diterima secara luas sebagai bagian dari norma dalam lingkungan binaan dimana kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat sangat penting, termasuk namun tidak terbatas pada Desain untuk Penuaan di Tempat (Design for Aging in Place), Desain Universal (Universal Design), Desain Kesehatan (Healthcare Design), Desain Pendidikan & Kelembagaan (Educational & Institutional Design), Desain Tempat Kerja Khusus (Specialty Workplace Design), dan lainnya.

 

 

Time Line

sejarah desain interior

1878
Pasar furnitur semi-tahunan pertama (diadakan di Grand Rapids, Michigan).

 

1904
Pertama didokumentasikan penggunaan istilah “dekorasi interior.”

Kursus pertama dalam dekorasi interior ditawarkan di New York School of Applied and Fine Arts (Sekarang Parsons).

 

1905
Elsie de Wolfe mendapatkan komisi pertamanya sebagai dekorator interior dan diidentifikasi sebagai dekorator interior pertama. Pada tahun 1913, ia menerbitkan buku desain interior pertama yang diakui berjudul “The House in Good Taste”.

 

1925
Dorothy Draper memulai dengan “Architectural Clearing House” dan diidentifikasi sebagai dekorator interior wanita pertama yang mengkhususkan diri pada interior komersial.

 

1931
American Institute of Interior Decorators (AIID) terbentuk.

 

1936
AIID mengganti namanya menjadi American Institute of Decorators (AID).

 

1957
National Society for Interior Designers (NSID) dibentuk sebagai kelompok AID dari New York.

 

1961
AID mengganti namanya menjadi American Institute of Interior Designers (masih AID).

 

1963
National Office Furnishings Association (NOFA) menciptakan NOFA-d (desainer NOFA), sebuah kelompok profesional untuk Desainer Interior yang bekerja untuk dealer perabot kantor. Interior Design Educators Council (IDEC) dibentuk.

 

1969
Institute of Business Designers (IBD) dimulai dari NOPA-d (nama berubah dari NOFA-d).

 

1970
Foundation for Interior Design Education Research (FIDER) dibentuk untuk mengkaji ulang dan mengakreditasi program desain interior sarjana dan pascasarjana.

 

1974
National Council for Interior Design Qualification (NCIDQ) dibentuk untuk mengembangkan dan mengelola ujian kualifikasi desain interior nasional.

 

1975
American Society of Interior Designers (ASID) diciptakan dari gabungan American Institute of Interior Designers (AID) dan National Society of Interior Designers (NSID).

 

1982
Alabama menjadi negara pertama dengan undang-undang registrasi judul untuk Desain Interior.

 

1992
Orang Amerika dengan Disabilities Act (ADA) menjadi hukum, mengidentifikasi standar aksesibilitas untuk semua bangunan umum.

 

1994
Unification of International Business Designers (IBD), International Society of Interior Designers (ISID), dan Council of Federal Interior Designers (CFID) membentuk International Interior Design Association (IIDA), dengan maksud untuk menciptakan asosiasi internasional dengan misi terpadu yang akan mewakili desainer interior di seluruh dunia.

 

2006
Foundation for Interior Design Education Research (FIDER) menjadi Council for Interior Design Accreditation (CIDA).

 

 

 

Macam-Macam Gaya Desain Interior

 

  1. Tradisional
desain interior kantor tradisional
desain interior kantor tradisional

Keseimbangan dan simetri adalah kata kunci yang mendefinisikan gaya ini. Dekorasi gaya tradisional memberikan rasa kehangatan dan kenyamanan melalui warna, desain furniture, dan penempatan furniture. Furniture biasanya akan ditempatkan secara formal di titik fokus ruangan dan pengaturannya difokuskan pada kenyamanan. Rasa ketertiban dan keakraban tercermin dari arsitektur dan aksesorisnya seperti vas bunga, tempat lilin, mangkuk, potongan aksen, patung, dan cermin. Warna yang biasanya digunakan adalah warna netral yang memberikan kehangatan seperti beige, cream, taupe, dan cokelat; dan jika ada pencampuran warna, hal itu dilakukan dengan warna yang lebih dalam dari coklat, biru, merah, dan hijau.

 

 

  1. Modern
desain interior kantor modern
desain interior kantor modern

Gaya ini merupakan respons terhadap tampilan tradisional – asimetri dan esensi desainnya mencakup garis bersih dalam arsitektur dan furnitur. Penekanannya lebih pada rencana lantai terbuka dan dekorasi bebas yang berantakan. Biasanya, lukisan digunakan untuk melengkapi sisa ruang. Gaya modern memberi rasa ruang karena membuat tempat terlihat lebih besar. Warna steril, warna pastel, beige, coklat muda, dan abu-abu sering digunakan dalam dekorasi gaya modern. Ada banyak warna cerah juga yang digunakan, baik sebagai warna dasar atau elemen aksen – baik di dinding atau di atas pelapis atau melalui aksesoris. Tetapi, kuncinya adalah menjaga agar seluruh tampilan seimbang dan canggih.

 

 

  1. Eklektik

Desain eklektik menyatukan berbagai gaya dan periode melalui elemen furnitur dan dekorasi. Caranya adalah dengan menemukan harmoni melalui skala, proporsi, dan komposisi. Beragam potongan, warna, tekstur, dan desain disatukan untuk menemukan ritme. Hal ini dicapai dengan menciptakan titik poin di dalam ruangan dan menemukan kesamaan antara perabotan dan aksesori. Dikarenakan berbagai potonga, warna, tekstur, dan desain bisa disatukan, maka tidak ada batasan dalam hal warna. Warna primer yang cerah dapat saja dipadukan dengan warna pastel, nuansa yang berbeda dari warna yang sama dapat digunakan melalui berbagai elemen dekorasi. Meskipun demikian, warna sebenarnya memainkan peran penting pada gaya eklektik ini sebagai pemersatu.

 

 

  1. Kontemporer

Meski sering bingung dengan gaya modern, yang satu ini merupakan interpretasi yang lebih serius. Gaya ini memiliki fokus pada dasar-dasar garis dan bentuk. Tampilan keseluruhan selalu segar dan penting diberikan pada ruang terbuka dan cahaya alami. Fitur ramping dan garis bersih tanpa elemen boros adalah apa yang menentukan gaya ini. Tampilannya tenang dan maskulin. Di sini visualnya dibuat dengan bahan material dan bukan dengan warna. Karena warna bukanlah titik fokus, maka warna dasar tone-on-tone berwarna coklat, taupe, putih, dan cream banyak digunakan. Berbeda dengan dekorasi modern, kontras tidak tercipta dengan warna cerah. Nuansa warna yang sama sering digunakan untuk mendatangkan kedalaman dan variasi.

 

 

  1. Classic

Gaya ini adalah perpaduan antara kesederhanaan dan keringkasan yang terwujud antara abad 17 sampai 19 di Prancis dan kemudian di Eropa. Gaya klasik telah bertahan selama beberapa waktu dan tetap tinggal berkat kekayaan yang dihasilkannya dari alam dan unsur dekoratif penting pada masa itu. Floral, fruity, dan arty scenes dari masa lalu sangat umum dengan gaya ini. Meski demikian, Anda jangan salah dengan istilah ‘kesederhanaan’. Sederhana yang dimaksud hanya lebih rinci, halus, dan artistik. Warna yang banyak digunakan adalah coklat, abu-abu, walnut, dan beige.

 

Itulah penjelasan seputar sejarah perjalanan desain interior dan macam-macam gaya desain interior beserta dengan contoh-contoh untuk pengaplikasiannya pada penataan ruang kantor. Untuk Anda yang ingin melakukan penataan ruang kantor, maka Anda dapat menggunakan jasa design interior, Gema Intermulia. Gema Intermulia ini adalah perusahaan penyedia jasa design interior kantor Jakarta dengan sistem one-stop-service. Untuk informasi lanjut, dapat Anda peroleh melalui website official Gema Intermulia di gemaintermulia.co.id.

 

 

Ketahui 5 Proses Pengerjaan Jasa Design Interior Kantor

 

Membangun sebuah ruangan kantor tak bisa dianggap sepele. Gedung kantor merupakan cerminan dari perusahaan Anda, sekaligus penentu produktivitas seluruh orang yang ada di dalamnya. Gedung kantor juga menjadi investasi perusahaan.

 

Baik membangun atau merenovasi, perusahaan membutuhkan jasa desain interior kantor yang akan merancang hingga pengaplikasian. Setiap perusahaan  jasa design interior sebenarnya memiliki tahapan yang berbeda. Namun, umumnya berikut ini tahapan jasa design interior kantor.

Pertemuan dengan Client

Pertemuan dengan Client
Pertemuan dengan Client via Pexels

Anda dan tim perusahaan jasa design interior bertemu untuk membicarakan perencanaan. Pada tahap ini, interior contractor akan melakukan survei lokasi untuk mengetahui kondisi lapangan dan mengetahui kebutuhan client sehingga memudahkan perusahaan interior design membuat layout. Client diharapkan untuk memberikan rencana desain interior atau interior yang diharapkan untuk diaplikasikan pada ruangan kantor.

 

Pembuatan Layout

Pembuatan layout via Pexels
Pembuatan layout via Pexels

Office interior contractor biasanya memiliki tim design. Desainer interior akan membuat layout atau sketsa untuk memvisualisasikan konsep interior yang Anda inginkan. Beberapa perusahaan kontraktor akan memberikan biaya tambahan jika Anda membutuhkan gambar desain. Namun, beberapa kontraktor menyediakan gambar gratis jika mengguanakn jasa interior contractor mulai dari perencanaan hingga pemasangan.

 

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas dengan 5 Desain Ruang Kerja Kantor Ini

Anggaran Biaya

Perusahaan interior design akan merancang anggaran biaya via Pexels
Perusahaan interior design akan merancang anggaran biaya via Pexels

Setelah mengetahui apa rencana dan desain ruang kerja kantor yang diinginkan, perusahaan interior design akan merancang anggaran biaya yang kira-kira perlu Anda keluarkan. Anggaran biaya disesuaikan dari beberapa hal, seperti material, furniture, dan finishing yang diinginkan.

 

Biasanya semakin sulit dan tinggi spesifikasi, maka akan besar anggarannya.  Ada baiknya Anda mengetahui detail rencana anggaran untuk memastikan harga dan item yang didapatkan.

Mendesain 3D

Membuat desain 3D sesuai dengan rencana via Pexels
Membuat desain 3D sesuai dengan rencana via Pexels

Untuk bisa memvisualkan konsep dan material yang sudah ditentukan, perusahaan interior contractor akan menyediakan gambar 3D. Gambar akan disesuaikan dengan jenis interior desain dilihat dari sisi penataletakan hingga ukuran.

Pengerjaan Interior

 interior design melakukan konstruksi dan instalasi
interior design melakukan konstruksi dan instalasi via Pexels

Pada tahap inilah perusahaan  jasa design  interior melakukan konstruksi dan instalasi. Tim akan memantau langsung untuk melihat progress yang sedang berlangsung. Begitu finishing sudah dilakukan, tim interior contractor akan melakukan evaluasi untuk membahas hal kecil atau jika ada hal yang perlu ditambahkan. Jika client sepakat, maka proses interior dianggap selesai.

 

Proses dari perancangan hingga pengerjaan akan membutuhkan waktu yang tak sebentar. Dengan menggunakan jasa desain interior kantor, Anda tak perlu menghabiskan waktu untuk memantau setiap hari. Pastikan juga memiliki jasa yang prosesional sehingga proses berjalan dengan benar dan tepat waktu.

 

 

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Kelebihan & Kekurangan Desain Ruang Kerja Kantor Konsep Open Space
Menggunakan Jasa Perusahaan Interior Design untuk Renovasi Kantor
5 Tips Memilih Office Interior Contractor

 

See Also: