GIS · Interior Contractor
GIS · Interior Contractor

Tips & Trick

Gaya Desain Postmo: Interior Design Pasca Era Modern

October 22, 2017

Kurang tepat rasanya jika era modern masih menggambarkan keadaan saat ini. Jika Anda tidak asing dengan “Less is more” yang diusung oleh Ludwig Mies Van der Rohe, istilah tersebut ternyata banyak diucapkan pasca perang duia II sehingga berdampak dalam banyak aspek, salah satunya adalah gaya desain interior.

 

Istilah modern faktanya sudah ada sejak satu abad yang lalu. Sekitar tahun 1970-an, istilah postmodern atau postmo yang diperkenalkan pertama kali oleh Jean-Francois Lyotard sebagai pertentangan dari desain modern yang minimalis dan simple.

 

Seorang arsitek Amerika yang menganut ilmu postmo, Robert Venturi, merespons “Less is a bore”—yang artinya sesuatu yang minimalis sangat membosankan, menghindari bentuk minimalis. Gaya interior postmo yang bersifat pluralis dan beraneka bentuk, mengganti gaya desain modern yang dianggap kaku dan mengedepankan efisiensi. Inilah yang menjadi cikal bakal dari gaya desain interior postmo.

 

Gaya desain postmo via dezeen
Gaya desain interior postmo via dezeen

Gaya Desain Postmo

Jika membicarakan gaya desain interior postmo, kita maka tak bisa memisahkannya dengan The Memphis Style yang merupakan karya kolaborasi, Ettore Sottsass.

Desainer asal Italia tersebut memiliki karakteristik postmodern dengan warna-warna seperti merah tomat, biru, merah murah, kuning, hijau hingga motif mozaik yang dipadukan dengan material industri seperti seng atau kaca.

 

Kepopuleran The Memphis Sytle pada saat ini, berbarengan dengan era postmodern. Maka itu banyak orang yang mengaitkan Memphis Sytle merupakan karakteristik desain interior postmo, yang memiliki warna-warna corak sehingga menimbulkan sisi ruangan lebih meriah dan ramai.

 

Seiring dengan perkembangan, desain interior postmodern mengalami perubahan karakteristik dan mengikuti zaman. Beberapa desainer mulai melibatkan unsur historis pada desain sehingga kerap menggunakan motif dan detail. Sementara dari sisi warna cenderung menggunakan warna gelap, kombinasi warna yang kaya, dan motif yang bertabrakan.

 

Gaya Postmo Pada Ruangan Kerja Kantor

Tampaknya perusahaan mulai bisa mempertimbangkan desain interior bergaya postmo saat ini. Desain postmodern yang membebaskan diri dari aturan dan memadukan campuran bahan serta sudut yang tak simetris, mampu membuat tubuh dan pikiran nyaman.

 

Desain interior postmodern dipercaya mampu memberikan energi dan suasana kegembiraan sehingga cocok untuk diterapkan pada perusahaan kreatif, seperti agency, advertising, atau start up. Untuk menciptakan ruangan bergaya desain interior postmodern, pastikan untuk menggunakan jasa design interior berpengalaman sehingga mampu mengaplikasikannya dalam ruangan kantor.

 

 

See Also: